15 Responses to “E-book tentang Salafy”

  1. Ibn Abd Muis Says:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Sebagian telah ana baca, tapi ada yang belum. Ijin download ya akhi. Jazakallahu khair wa barakallahu.

  2. masbadar Says:

    aslmkm,🙂 salam kenal..

    wa’alaikum salam wr.wb.

  3. masbadar Says:

    bagi saya yg juga baru blajar, saya hanya mampu berdo’a semoga saja seluruh manusia di muka bumi ini tunduk kepada allah saja..dan tentu…tunduk kepada syariatNya..

    jika syiah berarti membela dan mencintai keluarga Nabi SAW, maka persaksikanlah saya syi’ah..jika sunniy berarti membela dan mencintai sunnah nabi..maka saya juga sunni, jika tablighiy berarti menyampaikan da’wah ini maka saya setuju, jika ikhwaniy berarti membangun persaudaraan & ukhuwah yang islami maka persaksikanlah saya ikhwaniy…jika salafy berarti mengikuti jalan para pendahulu kita yg sholih dari kalangan anbiya, shiddiqiin, syuhada…shohabiyy..tabi’iyy…maka do’akan saya agar selalu salafy….

    sebaliknya, jika syi’ah berarti membela ali dan keturunannya secara membabi buta…na’udzubillah..

    jika sunni berarti menjalankan tradisi nenek moyang…na’udzubillah, jika tablighiy berarti menjalankan segala macam yg katanya sunnah dan berda’wah tanpa ilmu..menelantarkan keluarga dng menatasnamakan da’wah, maka na’udzubillah…..jika ikhwaniy berarti berkiblat pada pemikiran2 mesir saja..taqlid buta pada al banna atau qordowy…memprioritaskan da’wah politik saja..na’udzubillah..jika salafy berarti generasi berstempel bid’ah, eksklusif, taklid buta sama syaikh2nya…mengkafirkan saudaranya yg beda pendapat atau paling ringan gak mau jawab salam karena beda pendapat..maka persaksikanlah saya bukan salafy…

    Betul sekali, Mas Badar. Terima kasih atas kesediaannya memberikan komentar di blog ini.

  4. yogakasep Says:

    alhamdulilah ada yang menyadarkan kami…butuh ebook lebih banyak lagi? http://kampungsunnah.wordpress.com

  5. s Says:

    sesama muslim kita tidak boleh saling menjatuhkan…muslim itu bersaudara …dan kebenaran dari manapun itu harus diterima…

  6. salafy bijak Says:

    assalamualaikum.
    memang bnyak saudara saudara kita yang terlalu extrime dalam berdakwah. seharusnya yang mengetahui cara saudara saudara kita itu tidak menjatuhkan tapi mencoba saling mengingatkan dengan lemah lembut.
    ke extriman jangan dilawan dengan ke extriman. tapi dengan ke lemah lembutan

    afwan numpang iklan blog:

    salafy-bijak.blogspot.com

    jangan lupa saran and kritik yang membangun

  7. heri Says:

    Assalaamu’alaykum…
    Gaya bahasanya bagus dan nyentil… anak sastra apa ya..?

    wa’alaikum salam wr.wb.
    Terima kasih atas komentarnya.
    Sayang sekali saya bukan anak sastra🙂

  8. widjanarko Says:

    Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuhu

    wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.

    Syukron yaa Akhi, ana sudah donlud, semoga bermanfaat, azakallahu Khoiron Katsiron.

    Semoga bermanfaat.

  9. ahmad Says:

    assalamualikum wr wb

    salam kenal dari kuwait, boleh dong kirimkan artikel khawarij berbaju salafi… sepertinya kami disini juga mengalami hal yang sama

    thanks sebelumnya
    ahmad


  10. assalamu’alaikum…
    boleh minta kiriman file pdf khawarij berbaju salafy gak…mohon dikirim ke email ya…
    jazakallah
    wassalamu’alaikum…

    Wa’alaikum salam wr.wb.
    Link pada artikel di atas sudah kami update.
    Silakan download langsung dari link tsb.

  11. Abu_Musa Says:

    Demokrasi diambil dari bahasa … cut

    Komentar yang bertentangan dengan manhaj salaf akan kami sensor.

  12. Abu_Musa Says:

    Kunjungi blog … cut

    Komentar yang bertentangan dengan manhaj salaf akan kami sensor.

  13. ikhwan Says:

    Assalamu alaikum

    E-booknya bagus, semoga bisa menambah wawasan dan khasanah berfikir ummat Islam khususnya generasi muda Islam.

    Cuma ane butuh penjelasan dikit, mengapa komentar miring ttg salafy harus disensor. Apakah ada kekhawatiran blog ini akan dianggap sebagai tempat untuk menghakimi kelompok yang menamakan dirinya paling benar itu???

  14. abu yasin hanif Says:

    “Inilah sesungguhnya jalan yang lurus maka ikutilah, dan jangan kamu ikuti jalan-jalan yang lain yang akan memecah belah atas kalian dari jalanNYA..”(Al-An’am:153).

    Ayat ini selalu menjadi “andalan” kelompok salafy untuk membid’ahkan kelompok lain ya …

    Nabi Sholallahu ‘alaihi wa salam menggambar garis lurus tegas di tengah untuk menerangkan “jalan yang lurus” dan menggambar garis-garis kecil di kanan-kiri garis lurus tersebut untuk menggambarkan “jalan-jalan yang lain”. Dan beliau sholallahu ‘alaihi wa salam mengatakan, di setiap jalan-jalan yang lain ini ada syetan yang mengajak ke neraka!

    Maka ketahuilah ini adalah hujjah bahwa jalan kebenaran itu hanya satu, dan ini bersesuaian dengan hadits shohih mengenai “iftiroqul ummatii”. Jika ia cuma satu, jalan-jalan apakah yang lainnya…mereka adalah jalan-jalan yang memecah belah…jalan-jalan yang menghormati/mengajak kepada perpecahan. Jalan-jalan yang memaafkan ikhtilaf…Wallahu ya’lamu wa ana ‘ammaa

    Apa benar bahwa jalan yang memecah belah itu adalah jalan yang memaafkan ikhtilaf ? Darimana dalilnya ? Apa orang yang memotong kuku setiap hari selasa adalah orang yang telah memecah-belah agama Islam ? Apa orang yang mengaji setiap jam 5 sore adalah orang yang telah memecah belah agama ? Apa kriteria “memecah belah” ini adalah kriteria yang boleh dibuat oleh siapa saja ?

    Apa semua ustadz boleh membuat kriteria “telah memecah-belah” ini semau dia sendiri ?

    Allahu yahdik.

    Coba buka Tafsir At-Thabari tentang ayat tsb:
    http://quran.al-islam.com/Tafseer/DispTafsser.asp?nType=1&bm=&nSeg=0&l=arb&nSora=6&nAya=153&taf=TABARY&tashkeel=0

    الْقَوْل فِي تَأْوِيل قَوْله تَعَالَى : { وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُل فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيله ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ } يَقُول تَعَالَى ذِكْرُهُ : وَهَذَا الَّذِي وَصَّاكُمْ بِهِ رَبّكُمْ أَيّهَا النَّاس فِي هَاتَيْنِ الْآيَتَيْنِ مِنْ قَوْله : { قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبّكُمْ عَلَيْكُمْ } وَأَمَرَكُمْ بِالْوَفَاءِ بِهِ , هُوَ صِرَاطه , يَعْنِي طَرِيقه وَدِينه الَّذِي اِرْتَضَاهُ لِعِبَادِهِ

    Di situ, Imam At-Thabari seolah-olah mengatakan bahwa kriteria “memecah belah” bukanlah kriteria yang “boleh didefinisikan semau gue”. Di situ, Imam At-Thabari mengatakan bahwa kriteria “telah memecah-belah agama” adalah KRITERIA YANG TELAH DISEBUTKAN DALAM DUA AYAT SEBELUMNYA.

    Baca lagi dua ayat tsb, fahami … dan jangan taqlid pada penafsiran orang-orang tertentu saja.

    Barakallahu fiik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s