Dakwah yang benar, adalah dakwah yang tidak akan banyak berbicara tentang bid’ah di awal-awal dakwahnya.

Alasannya, karena dakwah Rasulullah dahulu pun juga tidak banyak membicarakan hal-hal bid’ah

Kalau mau bukti, coba buka ayat-ayat Makiyyah, apa ada yang membahas tentang bid’ah ?

Sesungguhnya, inti dakwah agama Islam adalah ayat-ayat Makiyyah itu. Dan apa-apa yang banyak disebut dan diulang-ulang oleh ayat-ayat Makiyyah adalah hal-hal yang penting di dalam agama ini. Artinya, apa-apa yang tidak diulang-ulang atau bahkan tidak disebut oleh ayat-ayat Makiyyah adalah hal-hal yang tidak dianggap penting oleh Al-Qur’an.

Maka, sesungguhnya dakwah yang benar adalah dakwah yang berorientasi pada Al-Qur’an, dan bukti dari hal itu adalah dengan cara memprioritaskan hal-hal yang memang diprioritaskan oleh Al-Qur’an, dan dengan cara tidak memprioritaskan hal-hal yang memang tidak diprioritaskan oleh Al-Qur’an.

Kesimpulannya, dakwah yang “belum apa-apa” sudah membahas tentang bid’ah adalah dakwah yang tidak benar. Karena memang, bukan seperti itulah dakwah yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw dahulu.