Ketika ada sebagian ummat Islam yang berinisiatif untuk masuk parlemen dan berdakwah di dalamnya, serta berdakwah dengan menggunakan fasilitas parlemen tersebut, ternyata ada juga sebagian ummat Islam lain yang merasa kebakaran jenggot.

Tapi sebaliknya, ketika orang-orang yang tidak peduli pada Islam menjadi anggota parlemen, dan mereka di dalam parlemen itu hanya sibuk mencari makan bagi dirinya dan kelompoknya sendiri, ternyata kelompok yang kebakaran jenggot tadi justru tidak bersuara.

Sebenarnya, yang menjadi masalah itu apa ?

Apakah masuk parlemen dengan tujuan dakwah itu salah ?
Dan apakah masuk parlemen dengan tujuan cari makan itu benar ?

Kalau kita bertemu dengan kelompok yang kebakaran jenggot tersebut, mungkin lebih baik kita katakan saja bahwa tujuan kita memasuki parlemen adalah untuk mencari makan, bukan untuk tujuan dakwah.
Dengan begitu, mungkin kita tidak akan dibid’ah-bid’ahkan lagi.