Sebagian ummat Islam, yang sering over-generalisir terhadap banyak masalah, sering menyebutkan bahwa keberadaan partai-partai Islam adalah bid’ah.
Alasannya, karena keberadaan partai-partai Islam tersebut akan memecah belah ummat Islam.

Mari kita lihat dunia internasional,
pada saat sebuah kerajaan di semenanjung Arabia berkutat untuk bisa memproklamirkan dinasti baru-nya.
Padahal, pada saat itu kekhalifahan Turki Utsmani adalah kekhalifahan ummat Islam sedunia.

Maka, apakah mendirikan kerajaan Islam di luar kekhalifahan adalah sebuah kebid’ahan ?
Apakah ini juga termasuk dalam bab “telah memecah belah ummat Islam” ?

Kalau jawaban dari dua pertanyaan di atas adalah “tidak”,
maka seharusnya kita juga bisa bersikap bijaksana terhadap keberadaan partai-partai Islam di negara kita.

Kecuali kalau kita ingin meninggalkan prinsip keadilan dalam bersikap,
dan kejujuran dalam berpendapat.

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (QS Al-Muthaffifin, ayat 1-3)