Sebagian ummat Islam, yang mengaku diri sebagai kelompok paling salaf, sering berkata bahwa pembentukan kerajaan Saudi di semenanjung Arabia adalah satu hal yang benar. Alasannya, karena wilayah kekhalifahan Turki Utsmani saat itu tidak mencakup semenanjung Arabia. Artinya, kerajaan Saudi tidak memberontak kepada kekhalifahan Turki Utsmani (Kekhalifahan Turki Utsmani sendiri adalah kekhalifahan ummat Islam sedunia pada saat itu.)

Benar sekali,
kalau memang semenanjung Arabia tidak termasuk ke dalam wilayah kekhalifahan Turki Utsmani pada saat itu, berarti kerajaan Saudi memang tidak memberontak kepada kekhalifahan Turki Utsmani.

Tapi mari kita lihat dari sudut pandang lain.

Kalau kita adalah seorang muslim yang baik, maka apa yang harus kita lakukan terhadap kekhalifahan Islam yang ada ?

Tentu saja, kita harus mendukung kekhalifahan tersebut.
Atau minimal, menjalin hubungan baik.
Atau lebih minimal lagi adalah, tidak mencari pertentangan dengan kekhalifahan tersebut.
Dan hal ini-lah yang gagal dilakukan oleh pendiri kerajaan Saudi pada masa itu.

Anyway,
keberadaan kerajaan Saudi pada masa ini bisa jadi merupakan satu anugerah untuk kita semua.
Tapi anugerah pada masa ini, tidak bisa menutupi kesalahan di masa lalu.
Bagaimanapun, sebagai ummat Islam, kita dituntut untuk bisa melihat kebenaran dan kesalahan, dan menempatkannya pada tempatnya masing-masing.

——
Lihatlah sumber sejarah yang resmi:
http://www.saudiembassy.net/Country/History.asp

Tertulis: “The popularity and success of the Al-Saud rulers aroused the suspicion of the Ottoman Empire, the dominant power in the Middle East and North Africa at the time.