Hadits Nabi saw:

“Tahukah kalian siapa AL-MUFLIS (orang yang bangkrut) itu? “

sampai dengan sabda beliau:

“Sesungguhnya AL-MUFLIS dari ummatku adalah orang-orang yang datang di Hari Kiamat dengan membawa PAHALA shalat, puasa dan zakat, tetapi ia juga pernah MENCACI si fulan, MENUDUH si fulan, memakan harta si fulan, menumpahkan darah si fulan, memukul si fulan, maka diberikanlah pahalanya pada si fulan & si fulan, sehingga apabila telah habis pahalanya sebelum habis dosanya maka diambillah dosa si fulan itu lalu dipikulkan pada dirinya lalu dilemparkanlah ia ke neraka”.

(Al-Albani men-shahih-kannya dalam Ash-Shahiihah (II/527, hadits no. 847))

Demikianlah,

kalau kita ingin menjadi muslim yang baik, marilah kita jaga diri kita, jaga lidah kita, jaga tulisan kita, agar tidak melukai perasaan sesama muslim. Mari belajar ilmu komunikasi, sehingga kita tidak harus membenturkan antara “memberi nasehat” dengan “merusak ukhuwah”. Dan terutama sekali, jagalah agar kita tidak mencela teman-teman kita dengan ucapan Anda adalah orang-orang yang Muflisiin (merugi)” … sebab bisa jadi ucapan itu justru akan kembali kepada diri kita sendiri.